MAKALAH PERAN MEDIA MASSA TELEVISI DALAM PENDIDIKAN
KARAKTER SISWA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semakin berkembangnya
teknologi mengakibatkan berkembang pesatnya media massa, salah satunya media
massa TV. Siapa saja bisa melakukan suatu acara atau iklan pada media tersebut.
Media ini dinalian sangat ampuh dalam mengabarkan atau memberitakan sesuatu ke
khalayak umum karena mudahdijangkau dan di setiap rumah emiliki televisi
sebagai sarana untuk mengakses. Namun, apabila dunia per-televisian tidak
ditata akan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Kesadaran kita untuk
menata penggunaan media massa TV yang memberi manfaat dalam kehidupan kita
adalah solusi terbaik. Untuk itu kesadaran menata hidup dalam kaitannya dengan
pemanfaatan media massa TV bagi pembangunan karakter bangsa bagi manusia
Indonesia haruslah merujuk dan berdasar pada nilai-nilai luhur bangsa yang
telah dikristalisasi dan diwujudkan dalam Pancasila dan UUD 45. Peran media
massa TV dalam pembangunan karakter bangsa haruslah berlandaskan pada
perspektif budaya Indonesia yang meletakkan landasannya dalam kerangka Negara
Kesatuan, dengan keanekaragaman budaya yang memiliki nilai-nilai luhur,
kebijaksanaan dan pengetahuan lokal yang arif dan bijaksana.
Karakter bangsa
merupakan aspek penting dari kualitas SDM, karena kualitas karakter bangsa
menentukan kemajuan suatu bangsa. Setiap warga negara berhak atas kesempatan
yang seluaa-luasnya untuk mengikuti pendidikan agar memperoleh pengetahuan dan
keterampilan. Siswa harus dapat memiliki karakter yang baik dan unggul untuk
menghadapi generasi emas tahun 2045. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka
semua komponen dimaksimalkan agar tujuan pembinaan pendidikan karakter bagi
anak usia dini dapat tercapai, salah satunya adalah pemanfaatan media massa TV.
Berbagai program acara TV, termasuk program pendidikan,biasanya dirancang
sedemikian rupa sehingga menarik minat penonton. Berdasarkan pertimbangan
tersebut, maka penulis tertarik untuk menulis “Peran Media Massa Televisi dalam
Pendidikan Karakter Siswa”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang, dapat dirumuskan masalah, sebagai berikut.
1.
Bagaimana peran media massa TV dalam pendidikan
karakter siswa?
2.
Perilaku apa yang diharapkan dari siswa
setelah menonton acara TV?
C. Tujuan
1.
Mengetahui peran media massa TV terhadap
pendidikan karakter siswa.
2.
Mengetahui perilaku dari siswa setelah
menonton acara TV.
BAB
II
TELAAH
PUSTAKA
A. Pengertian Media dan Media Massa
Menurut Wina Sanjaya
(2008), media adalah kata jamak dari medium yang berarti perantara atau
pengantar. Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan
dari sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi
mekanis seperti surat kabar, film, radio, dan TV. Media massa yaitu saluran
sebagai alat atau sarana yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa. Media
massa secara pasti mempengaruhi pemikiran dan tindakan khalayak. Budaya,
sosial, politik dipengaruhi oleh media. Media massa dikatakan sebagai
kebudayaan yang bercerita. Media membentuk opini publik untuk membawanya pada
perubahan yang signifikan. Bentuk –bentuk Media Massa Media massa dapat dibagi
menjadi dua kategori, yaknimedia massa cetak dan media massa elektronik. Media
massa cetak adalah surat kabar, majalah, dan tabloid. Media elektronik adalah
radio, televisi, film, komputer dan internet. Pada makalah ini yang akan
dibahas dibatasi pada dua jenis saja yaitu media cetak (surat kabar dan
majalah) dan media elektronik televisi. Pembagian tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut:
1.
Media massa cetak
a. Surat kabar Keberadaan surat kabar di
Indonesia ditandai dengan perjalanan panjang melalui lima periode yakni masa
penjajahan Belanda,penjajahan Jepang, menjelang kemerdekaan dan awal
kemerdekaan, zaman orde lama serta orde baru.
1). Fungsi surat kabar
Dari empat fungsi media massa yaitu; informasi, edukasi, hiburan dan persuasif,
fungsi yang paling menonjol pada surat kabar (SK) adalah informasi. Hal ini
sesuai dengan tujuan utama khalayak membaca SK,yaitu keingintahuan akan setiap
peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Namun demikian fungsi hiburan SK pun
tidak terabaikan karena tersedianya rubrikartikelringan, feature, dan kadang
ada rubrik cerita bergambar serta cerita bersambung.
2). Karakteristik surat
kabar Karakteristik SK sebagai media massa mencakup; publisitas, periodesitas,
universalitas, aktualitas, dan terdokumentasikan. a) Publisitas Publisitas
adalah penyebaran pada publikatau khalayak. Salah satu karakteristik komunikasi
massa adalah pesan dapat diterima oleh sebanyak-banyaknya khalayak yang tersebar
di berbagai tempat. b) Periodesitas Periodesitas menunjukpada keteraturan
terbitnya, bisa harian, mingguan atau dwi mingguan. Sifat periodesitas sangat
penting dimiliki media massa. c) Universalitas menunjuk pada kesemestaan
isinya, yang beraneka ragam dan dari seluruh dunia. Isi SK meliputi seluruh
aspek kehidupan; ekonomi, budaya, agama, pendidikan, keamanan dan lain-lain.
Selain itu lingkupkegiatannya,bersifat lokal, regional,nasional, bahkan
internasional. d) Aktualitas Aktualitas, menurut kata asalnya berarti “kini”
dan “keadaan sebenarnya”. Kedua istilah tersebut erat kaitannya dengan berita,
karena definisi berita adalah laporan tercepat mengenai fakta, atau opini yang
penting atau menarik minat, atau keduaduanya. e) Terdokumentasikan Dari berbagai
fakta yag yang disajikan SK dalam bentuk berita atau artikel, dapat dipastikan
ada beberapa diantaranya yang oleh pihak-pihak tertentu dianggap penting untuk
diarsipkan atau dikliping. Misalnya berita itu berkaitan dengan instansinya
atau berita tersebut dianggap penting untuk menambah pengetahuannnya. Kliping
berita oleh instansi biasanya dilakukan oleh “humas” atau public relation (PR)
untuk dipelajari dalam rangka menentukan kebijakan selanjutnya karena berita
tersebut dianggap sebagai masukan dari masyarakat.
b. Majalah
1) Kategorisasi majalah
Tipe suatu majalah ditentukan oleh sasaran khalayak yang dituju. Artinya, sejak
awal redaksi sudah menentukan siapa yang akan menjadi pembacanya, apakah
anak-anak, remaja, wanita dewasa, pria dewasa atau untuk pembaca umum dari
remaja sampai dewasa. Bisa juga majalah itu mempunyai sasaran pembaca dengan
profesi tertentu. 2) Fungsi majalah mengacu pada segmen pembacanya, maka fungsi
utama media berbeda satu dengan lainnya. Majalah berita berfungsi sebagai media
informasi. Majalah wanita dewasa, lebih bersifat menghibur dibandingkan dengan
informasi yang dimuat di dalamnya. Majalah pertanian, Trubus misalnya fungsi
utamanya adalah memberi pendidikan mengenai cara bercocok tanam, baru fungsi
berikutnya adalah informasi. 3) Karakteristik majalah Meskipun sama-sama media
cetak, majalah dapat dibedakan dengan surat kabar karena majalah memiliki
karakteristik tersendiri, yaitu :(a) penyajian lebih mendalam, (b) nilai
aktualitas lebih lama, (c) Gambar/foto lebih banyak, dan (d) Cover (sampul)
sebagai daya tarik.
2.
Media Massa Televisi
Media massa televisi
Televisi (TV) adalah media yang potensial sekali, tidak saja untuk menyampaikan
informasi tetapi juga membangun dan membentuk karakter serta perilaku
seseorang, baik kearah positif maupun negatif. Fungsi TV sama dengan fungsi
media massa lainnya, yakni memberi informasi,mendidik , menghibur dan membujuk.
Fungsi menghibur lebih dominan dari pada fungsi lainnya. TV dikatakan sebagai
media komunikasi yang paling besar pengaruhnya terhadap perubahan sosial karena
kemampuan audiovisual yang ada pada TV adalah kekuatan yang luar biasa.
Perubahan sosial tidak akan cepat terjadi apabila manusia belum menemukan media
komunikasi.Setiap media komunikasi memiliki karakteristik tersendiri. Berikut
ini adalah karakteristik media massa TV menurut Sutisna (1993), yaitu : a. Memiliki
jangkauan yang luas dan segera dapat menyentuh rangsang penglihatan dan pendengaran
manusia. b. Dapat menghadirkan objek yang amat kecil atau besar, berbahaya,
atau yang langka. c. Menyajikan pengalaman langsung kepada penonton. d. Dapat
dikatakan “meniadakan” perbedaan jarak dan waktu. Ø
Mampu menyajikan unsur warna, gerakan, bunyi, dan proses dengan baik. e. Dapat
menyimpan berbagai data, informasi, dan serentak menyebarluaskannya dengan
cepat ke berbagai tempat yang berjauhan.
B. Komunikasi Massa
Komunikasi dapat
diartikan sebagai usaha untuk membuat orang lain mengerti apa yang kita
maksudkan, dan kita juga mengerti apa yang dimaksudkan orang itu.Komunikasi
massa diungkapkan secara sederhana, menurut Nurudin (2007) adalah pesan yang
dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang. Definisi
tersebut menggambarkan bahwa komunikasi massa adalah pesan yang menggunakan
saluran media massa yang ditujukan kepada sejumlah besar orang. Yang termasuk
dalam media massaadalah radio siaran dan televisi yang banyak dikenal sebagai
media elektronik atau media siaran. Selain itu ada surat kabar dan majalah yang
dikenal dengan media cetak. Media lainnya adalah film, dan kini media massa
yang kian berkembang pesat adalah media online. Maletzke dalam Nurudin (2007),
menghimpun banyak definisi mengenai pengertian komunikasi massa yang berkaitan
dengan komunikasi melalui media massa, yaitu:Komunikasi massa diartikan, bahwa
setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan terbuka melalui media,
penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar.Menurut
Nurudin (2007) dijelaskan bahwa definisi komunikasi massa adalah komunkasi
melalui media massa (media cetak dan elektronik). Yang termasuk media massa
adalah televisi, radio, internet, majalah, koran, tabloid,buku dan film.
Nurudin (2007) juga
menjelaskan bahwa proses komunikasi dapat dikatakan komunikasi massa, jika
mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Komunikator dalam
komunikasi massa mengandalkan peralatan modern untuk menyebarkan atau
memancarkan pesan secara cepat kepada khalayak yang luas dan tersebar. Pesan
itu disebarkan melalui media modern antara lain; surat kabar, majalah,
televisi, film, atau gabungan diantara media tersebut.
2. Komunikator dalam
komunikasi massa dalam menyebarkan pesanpesannya bermaksud mencoba berbagi
pengertian dengan jutaan orang yang tidak saling kenal satu sama lain. Pengirim
dan penerima pesan tidak saling kenal satu sama lain.
3. Pesan adalah milik
publik. Artinya bahwa pesan ini bisa didapat dan diterima oleh banyak orang.
Karena itu, diartikan pesan milik publik.
4. Sebagai sumber,
komunikator massa biasanya organisasi formal. Jadi komunikatornya adalah
Lembaga. Lembaga ini, biasanya berorientasi keuntungan, bukan organisasi
nirlaba (sukarela).
5. Komunikasi massa dikontrol oleh gatekeeper.
Artinya, pesan-pesan yang disebarkan atau dipancarkan dikontrol oleh sejumlah
individu dalam lembaga tersebut sebelum disiarkan lewat media massa. Contohnya
adalah seorang reporter, editor film, penjaga rubrik, dan lembaga sensor dalam
media itu.
6. Umpan balik dalam
komunikasi massa sifatnya tertunda (delayed). Untuk mencapai efektivitas yang
tinggi dalam melaksanakan kegiatan yang menggunakan media massa, harus
diketahui karakteristik dari komunikasi massa tersebut, sebagai berikut : (a).
bersifat simultan/ serempak, (b) bersifat umum, (c) komunikannya heterogen, dan
(d) berlangsung satu arah.
C. Pendidikan Karakter
Pengertian pendidikan
karakter Pendidikan karakter adalah sebuah sistem yang menanamkan nilainilai
karakter pada peserta didik yang mengandung komponen pengetahuan, kesadaran
individu, tekad serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan
nilai-nilai baik terhadap Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan
maupun bangsa. Pendidikan karakter memiliki makna lebih tinggi dari pendidikan
moral, karena pendidikan karakter tidak hanya berkaitan dengan masalah benar salah,
tetapi bagaimana menanamkan kebiasaan (habit) tentang hal-hal yang baik dalam
kehidupan,sehingga individu/peserta didik memiliki kesadaran, dan pemahaman
yang tinggi, serta kepedulian dan komitmen untuk menerapkan kebajikan dalam
kehidupan sehari- hari.
Pendidikan karakter
dalam persfetif islam Dalam perspektif islam, pendidikan karakter sebenarnya
telah ada sejak islam diturunkan, seiring dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW
untuk memperbaiki atau menyempurnakan akhlak manusia. Ajaran islam sendiri
mengandung sistematika ajaran yang tidak hanya menekankan pada aspek keimanan,
ibadah dan muamalah, tetapi juga akhlak. Pengamalan ajaran islam secara utuh
(kaffah) merupakan model karakter nabi Muhammmad SAW, yang memiliki sifat
Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah.
Tujuan pendidikan
karakter :
Pendidikan karakter
bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang mengarah
pada pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik atau individu secara
utuh, dan seimbang sesuai standar yang berlaku. Melalui pendidikan karakter,
seseorang diharapkan mampusecara mandiri meningkatkan dan menggunakan
pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasikan nilai-nilai karakter sehingga
terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
Muslich (2011)
menjelaskan bahwa ada 6 (enam) pilar karakter (the six pillars of character)
yang dapat menjadi acuan. Enam pilar yang dimaksud adalah: (1) Trustwortiness,
bentuk karakter yang membuat seseorang menjadi berintegrasi, jujur dan loyal.
(2) Fairness,bentuk karakter yang membuat seseorang memiliki pemikiran terbuka
serta tidak suka memanfaatkan orang lain. (3) Caring, bentuk karakter yang membuat
seseorang memiliki sikap peduli dan perhatian terhadap orang lain maupun
kondisi sosial lingkungan sekitar.(4) Respect, bentuk karakter yang membuat
seseorang selalu menghargai dan menghormati orang lain. (5) Citizenshif,bentuk
karakter yang membuat seseorang sadar hukum dan peraturan serta peduli terhadap
lingkungan alam. (6) Responsibility, bentuk karakter yang membuat seseorang
bertanggung jawab, disiplin, dan selalu melakukan sesuatu dengan sebaik
mungkin. Selain pendapat tersebut di atas, masih banyak lagi pendapat tentang
nilai-nilai yang dianggap penting dalam kehidupan manusia.
BAB
III
PEMBAHASAN
Media televisi dapat
memainkan peranan besar dalam pendidikan non formal dan
informal, yaitu dalam transfer informasi tentang materi pendidikan. Media
massa mampu memberikan informasi yang sangat kaya, uptodate bahkan
kualitas informasinya pun sangat baik dan tinggi, serta dapat
mentransformasikan nilai-nilai pendidikan melalui informasi yang
didesiminasikan yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat terutama
dalam perbaikan martabat manusia.
Media televisi juga
sudah menjadi instrument utama dalam modernisasi proses pendidikan, diantaranya
mempercepat proses penuntasan wajar pendidikan, terutama bagi peserta didik
yang berada di daerah pinggiran. Untuk itu dalam memainkan perannya
mencerdaskan bangsa, media massa mampu menampilkan balance argumentation dan
ada juga keseimbangan antara hal yang positif dan negatif, sehingga informasi
yang didapat diharapkan mampu mencerdaskan siswa dan bisa meningkatkan mutu
pendidikan.
Media massa TV dapat
berperan sebagai a. transfer of knowledge.
Media massa TV mampu memberikan informasi aktual dan mentransformasikan
nilai-nilai pendidikan karakter. b. Media massa TV dapat menjadi instrumen
utama dalam perubahan sikap dan proses modernisasi dalam berpikir, bersikap dan
berperilaku. c. Media massa TV mampu menampilkanbalance argumentation dan ada
juga keseimbangan antara hal yang negatif dan yang positif, sehingga anaksejak
dini sudah dapat belajar cara mengambil keputusan (sesuai dengan tahap
perkembangan berpikirnya). d. Dapat membantu mengembangkan kecerdasan jamak
dalam kemampuan komunikasi intrapersonal dan komunikasi interpersonal.
Dengan tayangan yang edukatif dan menginspirasi
diharapkan media massa televisi dapat memberikan contoh perilaku kepada siswa
dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Perilaku yang berhubungan
dengan Allah SWT. Perilaku yang berhubungan dengan Allah SWT adalah ucapan dan
perbuatan anak. Oleh karena itu akhlak anak yang baik kepada Allah adalah yang
mengucapkan dan bertingkah laku yang terpuji kepada Allah, baik ucapan melalui
ibadah langsung kepada Allah seperti sholat, puasa, dan membaca do’adan membaca
Al-Qur’an maupun melalui perilaku tertentu yang mencerminkan hubungan manusia
dengan Allah di luar ibadah tersebut. Perilaku yang dimaksud adalah sebagai
berikut : a. Bersyukur Bersyukur, yaitu anakmengungkapkan rasa syukur kepada
Allah atas nikmat yang telah diperolehnya. Ungkapan syukur dimaksud, tampak
melalui perkataan dan perbuatan. Ungkapan syukur dalam bentuk kata adalah
mengucapkan Alhamdulillah pada setiap saat, sedangkan melalui perbuatan adalah
menggunakan nikmat Allah sesuai dengan keridhoanNya. Sebagai contoh, nikmat
mata. Mata dimaksud, manusia menggunakan mata itu untuk melihat yang
diperintahkan oleh Allah untuk mengamati alam dan sebagainya, dan hasil dari
penglihatan itu dapat meningkatkan kecintaannya kepada Allah SWT. b. Bertasbih
Bertasbih yaitu anakterbiasa mengucapkan Subhanallahdengan ucapan. Oleh karena
itu, anak yang demikian akan selalu mengucapkan Subhanallah dan menjauhkan
perilakunya dari perbuatan yang dapat mengotori kemahasucian Allah SWT. c.
Beristigfar Beristigfar, yakni anak terbiasa meminta ampun kepada Allah SWT
atas segala kesalahannya (salah ucap, salah sikap dan salah berperilaku). d.
Disiplin, tanggungjawab, perilaku bersih dan sehat. (hal ini merupakan sebagian
dari pendidikan karakter yang selama ini masih sulit dilakukan).
BAB
IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
Kesimpulan
1. Media
massa televisi memiliki pengaruh terhadap pendidikan karakter siswa melalui
tayangan acara televisi.
2. Perilaku
positif dapat didapakan dari acara televisi yang bersifat positif, seperti
edukasi, pendidikan agama, dan lainnya.
B.
Saran
1. Pemerintah
perlu memenfaatkan sara media massa televisi sebagai salah satu upaya untuk
melakukan pendidikan karakter siswa.
2. Perlunya
peran orangtua dalam mengawasi anak untuk menonton acara televisi.
DAFTAR
PUSTAKA
Makarim, Chodidjah. 2011. Peran Media Massa Televisi dalam Pendidikan
Karakter Anak Usia Dini. Bogor : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn
Khaldun
Muslich, Masnur. 2011. Pendidikan Karakter-Menjawab Tantangan
Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.
Nurudin. 2007. Pengantar
Komunikasi Massa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sanjaya, Wina. 1993. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar
Proses Pendidikan. Jakarta: Grasindo
Sutisna. 1993. Pedoman Praktis Penulisan Skenario Televisi dan Video. Jakarta:
Grasindo.
Perdana, Farhan Naufal. 2018. Makalah Peran Media Massa Televisi dalam Pendidikan Karakter Siswa. https://farhannaufall.blogspot.com/2018/06/makalah-peran-televisi-pendidikan-kakater-siswa.html
Perdana, Farhan Naufal. 2018. Makalah Peran Media Massa Televisi dalam Pendidikan Karakter Siswa. https://farhannaufall.blogspot.com/2018/06/makalah-peran-televisi-pendidikan-kakater-siswa.html
Halo teman...
BalasHapusDiharapkan jika mau copas, tambahkan juga dari mana teman dapatkan makalah ini, yaitu dari blog saya.
Salam berbagi. Semoga bermanfaat
mauu...wkwk
BalasHapusKok bisa Nemu blog ku
Hapus